
Raden Maulana, selaku CEO dari Kolase.com mengatakan bahwa situs ini hadir untuk memajukan industri musik. Sebab, dari tahun ke tahun industri musik Indonesia selalu dihadapi dengan berbagai permasalahan yang sama, salah satunya adalah pembajakan karya. Padahal, musisi mengeluarkan biaya produksi yang tidak sedikit.
Oleh karena itu, dia menginisiasi terbentuknya Kolase.com. Dengan tujuan, mempertemukan penikmat musik dengan karya musisi tanpa harus melakukan pembajakan.
"Saya tahu seperti apa sulitnya menjadi seorang musisi di Indonesia. Saya berfikir apakah ada solusi yang tepat agar musisi dan penikmat musik bisa benar-benar menikmati hasil dari sebuah karya musik bersama. Bagaimana caranya agar musisi bisa tetap fokus berkarya tanpa harus lelah memikirkan biaya produksi di awal dan resiko yang bisa mereka hadapi jika ternyata karya mereka tidak laku di pasaran. Akhirnya saya memutuskan untuk mendirikan Kolase.com," kata Raden Maulana saat jumpa pers di Gandaria City, Jakarta Selatan, Jumat (27/4).
Hal yang paling menantang menurut Raden saat ini adalah mengubah pola industri musik Indonesia itu sendiri. Dari yang tradisional, dimana prosesnya yang cukup melelahkan dan membutuhkan dana yang tidak sedikit, dengan sistem crowdfunding yang lebih modern dan akan sangat dibutuhkan para musisi dan pelaku industri musik di Indonesia saat ini.
"Meski saat ini pertumbuhan crowdfunding di Indonesia cukup baik, tapi pemahaman dari crowdfunding itu sendiri masih sangat kurang. Banyak yang lebih mengenal crowdfunding sebagai bentuk penggalangan dana. Padahal, crowdfunding juga merupakan bentuk revolusi dari e-commerce. Untuk itu, edukasi harus terus kami lakukan agar sistem baru ini dapat diterima dengan baik di masyarakat," ujar Raden.
Berbeda dengan situs crowdfunding lainnya di Indonesia, Kolase.com merupakan platform crowdfunding pertama di Indonesia yang fokus terhadap musik. Selain itu, melihat kebutuhan dari para musisi di Indonesia, Kolase juga dapat memfasilitasi para musisi yang ingin mengembangkan produk 360 nya dengan membuat campaign di Kolase.
Meski fokus di bidang musik, tidak hanya musisi yang dapat membuat campaign di Kolase, dan juga bukan hanya karya musik yang campaign-nya bisa dibuat di Kolase, melainkan siapa saja yang memiliki ide kreatif di bidang musik dan ingin industri musik Indonesia menjadi lebih baik lagi kedepannya.
Saat ini, lanjut Raden, ada delapan kategori campaign yang bisa dibuat di Kolase, di antaranya adalah Album, Acara Live, Konser, Amal, Video Musik, Buku, Brand Extension dan juga Tur. Tapi di tahap awal peluncurannya, akan ada lima kategori campaign, diantaranya adalah Album, Acara Live, Konser, Tur dan Amal.
Kehadiran situs patungan online musik disambut baik oleh musisi. Musisi Glenn Fredly menilai ini sebagai wadah musisi dan fans berinteraksi untuk saling dukung.
"Ini adalah perkembangan ekosistem musik, mempemudah musisi bertemu dengan penikmat musik," ucap Glenn Fredly.
"Kolase juga membantu kami kemaren dalam crowdfunding membuat album baru. Bisa kolektif bikin album," imbuh Ari, vokalis Fourtwnty.
Sejak mulai diluncurkan, tepatnya pada 1 Februari 2018 hingga saat ini, ada lebih dari 10.600 user yang tergabung dalam Kolase. Dalam kurun waktu kurang dari tiga bulan tersebut pula, Kolase juga sudah membantu menyukseskan 8 proyek campaign, dengan total dana transaksi lebih dari Rp 340 juta.
Hingga saat ini, ada lebih dari 20 campaigner yang sudah membuat campaign di Kolase. Baik itu dari kalangan musisi, komunitas, hingga penikmat musik itu sendiri. Beberapa di antaranya adalah Tulus, Fourtwnty, Teddy Adhitya, Thirteen, Bam Mastro, Berlian Entertainment, Info Pensi dan masih banyak lagi.
Peluncuran Kolase pada hari ini ditandai dengan penyelenggaraan KolaseFest 2018. Acara tersebut dimeriahkan lewat talkshow dan konser musik. Pada saat talkshow turut hadir Glenn Fredly, Fourtwnty, dan Adib Hidayat. Sementara konser musik menyajikan Mocca, Teddy Adhitya, dan Tulus.
(ded/JPC)
0 Response to "Glenn Fredly Hingga Fourtwnty Sambut Baik Situs Patungan Online Musik"
Posting Komentar