
Album kedua dari Fourtwnty ini berisi tujuh lagu yang diciptakan personel, Ari Lesmana, Nuwi, dan Roots. Sang vokalis mengatakan bahwa album Ego & Fungsi Otak secara umum membuktikan pendewasaan sikap bermusik. Sebab, pada proses pembuatan Fourtwnty sempat berkecamuk dengan perang ego masing-masing. Bahkan sejumlah materi mengalami berbagai perubahan hingga akhir.
"Album ini bisa dibilang Fourtwnty sudah mulai dewasa. Awal bikin terlalu banyak ego, mikirin kerennya, fun-nya jadi hilang. Banyak lagu kami ubah, berubah boleh tapi harus tetap diri sendiri," kata Ari Fourtwnty saat ditemui JawaPos.com di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, Jumat (20/4).
Fourtwnty - Kita Pasti Tua (Lyric Video) (YouTube/Fourtwnty Music)
Banyak hal yang dibicarakan Fourtwnty untuk lirik-lirik dalam album Ego & Fungsi Otak. Semua tentang apa yang mereka lihat dan resap dari kehidupan. Mulai bicara sosial, nasionalis, hingga pandangan personel tentang beberapa kebiasaan anak muda.
"Liriknya banyak tentang kehidupan, dibuat dengan bahasa sehari-hari," ujarnya.
Pendewasaan Fourtwnty juga terjadi pada departemen musik. Mereka mencoba berbagai pengembangan dari segi aransemen untuk Ego & Fungsi Otak. Seperti masuknya instrumen drum dan gitar yang lebih terasa di album ini.
"Sekarang berkembang secara musik, ngulik sound, ada sentuhan drum walau sedikit," imbuh Nuwi.
Pengerjaan Ego & Fungsi Otak cukup singkat. Namun, Fourtwnty mengakui bahwa album ini sempat tentunda karena padatnya jadwal mereka tahun kemaren.
"Harusnya rilis tahun lalu, waktu tahun lalu padat banget jadwalnya. Ngerjainnya, perhari sambung terus, pernah ke puncak bikin materi," ungkap Ari.
Peluncuran album Ego & Fungsi Otak ditandai dengan perilisan dua single Kita Pasti Tua dan Kusut. Dalam kesempatan yang sama Fourtwnty juga menggelar showcase 4.20 Nite bersama 4.20 Society.
(ded/JPC)
0 Response to "Perang Ego dan Otak di Album Kedua Fourtwnty"
Posting Komentar