Dijual Hingga Rp 200 Ribu per Baju, Jarsey Bola Melonjak 80 Persen

JawaPos.com - Salah satu ajang olahraga terbesar, Piala Dunia 2018, tak hanya membuat pencinta bola larut dalam pertandingannya. Ragam peraayaan dilakukan mulai dari nonton bersama (nobar) hingga mengoleksi jersey negara-negara jagoan.

Tentu hadirnya Piala Dunia memberikan dampak yang bagi penjualan jersey. Seperti yang dirasakan para pedagang jersey di pasar Tanah Abang Jakarta. Pantauan JawaPos.com, Senin (2/7), terdapat beberapa kios yang menjual jersey dengan desain khas tim nasional negara peserta Piala Dunia 2018.

Diungkapkan Law, salah satu pedagang, permintaan pasar terhadap jersey bola meningkat tajam hingga 80 persen saat musim Piala Dunia. Peningkatan itu mulai dirasakan sejak pertengahan Juni. Menurut Law, jika pada hari biasanya penjualan hanya berkisar 3 hingga 5 potong, saat ini pihaknya dapat menjual hingga 30 baju dalam sehari.

"Untuk jersey yang paling laris tergantung dengan negara mana saja yang lolos. Sampai saat ini, jersey timnas Jerman yang paling banyak dibeli, meskipun kemarin udah pulang," ungkap assistant pemilik kios Melissa Sport kepada Jawapos.com.

Saat ini, lanjutnya, di kios lantai 1 miliknya tersedia beberapa jarsey dari tim unggulan. Sebut saja Brazil, Argentina, Jepang, Portugal dan Perancis. Jarsey tersebut memiliki beragam warna yang mencerminkan karakter negara-negara peserta. Seperti Brazil dengan warna kuning, Argentina kuat dengan motif garis dua warna, yakni biru laut dan putih.

Selain itu, jersey yang diimpor langsung dari Thailand dan China itu memiliki kualitas bahan premium. Salah satunya merek yang populer, Nike menawarkan jersey dengan bahan 'dry-fit' yang halus dan menyerap keringat. Sedangkan merek Adidas mempunyai bahan 'clima cool' yang lembut. Kedua merek tersebut sejauh ini paling banyak diburu oleh penggemar bola.

Dibandrol dari harga Rp 100-Rp 150 per potong, jersey tersebut laris manis dibeli oleh para pemasok dari berbagai kota di Indonesia. Namun harga akan naik, apabila timnas tersebut lolos ke babak selanjutnya, bahkan hingga Rp 200 ribu.

Peningkatan atribut Piala Dunia juga dirasakan kios Jawara Sport. Diungkapkan Ko Lim, sang pemilik kios pada musim olahraga kali ini permintaan jersey di kiosnya naik hingga 70%. Ia menjual kualitas bahan premium, dari bahan othentic yang super halus dan flawy. 

"Kalo model yang baru ini potongan bahannya beda. Misalnya kerah timnas Jerman, yang dulunya V-neck sekarang O-neck. Terus warnanya jadi lebih cerah. Modelnya unisex jadi bisa dipake cowok cewek," tuturnya.

Ditanya jersey paling banyak diburu, pihaknya mengaku tim Perancis masih menjadi primadona di kalangan pencinta bola. Terlebih beberapa waktu lalu, Perancis lolos atas Argentina, yang mengakibatkan permintaan naik drastis. Untuk satu potong dihargai Rp 150 hingga 200 ribu.

"Laris atau tidaknya itu bergantung pada negara-negara tersebut lolos apa tidak. Seperti Perancis yang berhasil masuk, maka penjualan jarsey juga meningkat. Harganya pun bisa naik dari biasanya," pungkasnya.

(fid/JPC)

Let's block ads! (Why?)

https://www.jawapos.com/read/2018/07/02/224531/dijual-hingga-rp-200-ribu-per-baju-jarsey-bola-melonjak-80-persen

0 Response to "Dijual Hingga Rp 200 Ribu per Baju, Jarsey Bola Melonjak 80 Persen"

Posting Komentar