Musim panas sangat dinanti-nantikan orang Jepang. Namun, bagi orang Indonesia seperti saya, justru menjadi musim yang dihindari. Alasannya, musim panas di Jepang sungguh berbeda dengan di kebanyakan tempat di Indonesia. Apalagi di tempat saya, Gifu. Suhu udara hampir mencapai 40 derajat celcius dengan kelembaban hampir mencapai 80 persen setiap harinya. Rasanya, seperti tinggal di dalam oven atau steamer.
Musim panas di Jepang dimulai dari Juni hingga Agustus. Namun, bagi kami yang tinggal di Jepang cukup lama, akan merasakan seolah musim panas itu berlangsung dari Mei hingga September. Awal musim panas umumnya ditandai dengan musim hujan saat Juni. Disusul dengan banyaknya thypoon pada Juli hingga Agustus.
Meski musim panas membuat saya merasa tinggal di dalam oven, tetapi ada beberapa hal yang bisa dinikmati. Dan itu hanya terjadi di musim panas. Ini daftarnya:
1. SummerSale
Musim panas di Jepang identik dengan diskon hotel dan tiket transportasi. Misalnya, Seishun 18 Kippu merupakan tiket kereta murah untuk digunakan perjalanan keliling kota-kota di Jepang dalam sehari. Selain itu, banyak sekali tiket penerbangan ke Jepang yang harganya jauh lebih murah dibanding biasanya. Selain itu, di musim panas, kita bisa lebih menikmati keindahan tempat wisata karena wisatawan asing yang datang tidak sebanyak seperti musim-musim lainnya.
2. Festival Musim Panas
Musim panas identik dengan banyaknya festival yang terselanggara di seluruh penjuru daerah Jepang. Mulai dari festival budaya hingga festival music Summer Sonic. Namun, ada satu festival yang menjadi daya tarik musim panas dan diselenggarakan secara besar-besaran dan hampir serentak di Jepang, yaitu festival kembang api. Biasanya, festival kembang api akan dilangsungkan pada Sabtu di minggu akhir Juli atau di minggu awal Agustus, yang menandakan sebagai puncaknya musim panas.
3. Mendaki Gunung Fuji
Bagi orang asing, pastinya ada keinginan untuk mendaki Gunung Fuji. Maka di musim panaslah Gunung Fuji dibuka bebas untuk siapa saja yang ingin mendaki hingga ke puncak. Hanya saat musim panaslah, cuaca di gunung Fuji memungkinkan untuk didaki.
4. Beer Garden
Salah satu daya tarik Jepang di musim panas adalah Beer Garden, orang-orang bisa meminum beer sepuasnya di tempat festival berada.
5. Kakigori dan makanan musim panas
Musim panas juga identik dengan Kakigori atau es serut. Berbagai rasa es serut dapat dinikmati di seluruh penjuru Jepang dengan harga yang sangat terjangkau. Selain itu, banyak sekali makanan musim panas lain yang dapat kita nikmati, hanya di musim panas. Seperti nagashi soumen, semangka, buah persik dan buah-buahan tropis lainnya.
Nah, sudah siap menyambut liburan musim panas di Jepang? Jangan lupa siapkan sunblock, dan perangkat UV Cut seperti topi, jaket dan celana khusus agar tidak terkena paparan radiasi sinar matahari. Selamat menikmati musim panas di Jepang!
Ditulis oleh:
Diana Hapsari
Mahasiswi S3 Gifu University
PPI Jepang (ppidunia.org)
untuk JawaPos.com
(dim/JPC)
https://www.jawapos.com/read/2018/07/25/230565/tips-menikmati-liburan-di-jepang-saat-musim-panas-tiba
0 Response to "Tips Menikmati Liburan di Jepang Saat Musim Panas Tiba"
Posting Komentar