
Dualisme menggelar pesta peluncuran di Potsjam, Jakarta Selatan, pada Minggu (11/3) sore. Saat ditemui JawaPos.com di lokasi, band yang diisi Haris (vokal/gitar), Ezil (bass), dan Aran (drum) pun menceritakan proses pengerjaan album Bodo Amat.
Haris mengatakan bahwa album perdana ini lahir sejak 2015. Saat itu, Dualisme baru saja bangkit usai vakum sejak 2012. Berbekal sejumlah materi, dia dan Aran mulai masuk proses rekaman. Di tengah jalan, keduanya bertemu sosok Ezil yang kemudian diangkat menjadi personel tetap.
"Kami 2015 ide bikin album, dan pertengahan produksi Ezil masuk pada 2016. Karena dia masuk jadi kami ulang lagu semuanya, dan saya bebasin dia mau isi kayak apa," kata Haris di Potsjam, Jakarta Selatan, pada Minggu (11/3).
Album Bodo Amat berisi sembilan lagu. Dari departemen musik, Dualisme mengusung musik alternative rock serta grunge. Haris tidak memungkiri bahwa Dualisme lahir banyak diilhami oleh musik-musik Nirvana. Namun dia, Aran, serta Ezil membebaskan pendengar menilai musik mereka apa.
"Kami lahir dari komunitas grunge, 60 persen lagu kami terinspirasi dari Nirvana,. Tapi untuk album ini kami banyak bawain alternative rock," jelasnya.
Proses pembuatan album Bodo Amat berjalan sangat panjang. Haris, Aran, dan Ezil bersinergi mengeluarkan ide-ide liar di kepala mereka. Meski karya Dualisme didominasi oleh ciptaan Haris, tapi dia membebaskan dua personel lain mengisi sesuai kebutuhan.
"Kami ngga selalu nurutin Haris, tapi diskusi di studio, dan ngembangin materi. Pokoknya kreatifitas ngga ada habis," ucap Aran.
"Dia (Haris) ngasih gue kebebasan ngisi bass kayak apa. Makanya itu juga jadi alasan gue gabung sama Dualisme waktu itu," sambung Ezil.
Dari segi lirik, banyak bahasan yang diangkat Dualisme dalam album Bodo Amat. Mereka coba bercerita tentang apa yang dialami dalam keseharian. Dari mulai isu-isu sosial sampai tema yang terjadi di sekitar mereka.
"Lirik kami banyak soal kehidupan sehari hari kita. Tema yang fleksibel dan pendengar bebas memilih interpretasinya," ungkap Haris.
Lewat album Bodo Amat ini, Dualisme berharap musik mereka bisa didengar banyak orang. Mereka ingin melaju lebih jauh lagi di industri musik tanah air. Apalagi selama ini mereka telah mengisi banyak panggung dari kota ke kota.
"Kami ngga mau di sini sini aja. Bisa berdiri, bisa berlari, dan being rockstar," tuturnya.
Dalam pendistribusian album Bodo Amat, Dualisme bekerja sama dengan Massto Sidharta sebagai agency. Lagu-lagu mereka sudah bisa didengar di berbagai platform digital seperti Joox, Spotify, Deezer, dan lainnya. Sementara untuk CD fisik album ini bisa didapatkan lewat jaringan Demajors.
(ded/JPC)
0 Response to "'Bodo' Amat Jadi Album Pembuktian dari Dualisme"
Posting Komentar