Kisah Penunggu Bioskop Persimpangan Pasar Senen: Ngeri Saya Juga

Bioskop Mulia Agung yang sudah tak lagi berfungsi di kawasan Senen, Jakarta Pusat. (Yuliani NN/JawaPos.com)

JawaPos.com - Bioskop yang terletak di persimpangan Senen, Jakarta Pusat, kini tinggal nama. Mulia Agung Theater, bioskop yang pernah menjadi primadona di tahun 80-an itu kini bertembok usang, gelap, dengan cat mulai terkelupas.

Kini, tempat memasang poster film pun telah ditutup kain putih, padahal beberapa pengiklan pernah menaruh iklan film di sana.

Di Hari Film Nasional, Jumat, (30/3), reporter JawaPos.com sengaja mendatangi tempat tersebut. Papan bioskop bertuliskan Mulia Agung masih dapat dilihat jelas walaupun sudah usang. Pintu gerbang bioskop yang berpagar terlihat tidak terkunci.

Anehnya, selain dua mobil putih berdebu dan delapan mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) rusak yang terlihat dari seberang jalan raya, terdapat pula puluhan mobil yang terpakir rapih di basement gedung teater yang ternyata memang telah dialihfungsikan sebagai tempat parkir.

Memasuki area parkir, JawaPos.com dikejutkan dengan suara nyanyian seorang lelaki di sudut ruangan. Rupanya ada penjaga gedung usang itu.

Dua orang tersebut mengaku mereka bekerja shift pagi menunggui tempat ini. Seorang laki-laki bernama Dony mengenakan pakaian batik dan celana bahan, rupanya, suara miliknyalah yang tadi samar-samar terdengar. Salah seorang lainnya bernama Rahmatullah, beliau memakai seragam security dan sedang mengisap sebatang rokok di sebelah Dony.

Nampaknya, kehadiran JawaPos.com disambut aneh oleh kedua laki-laki tersebut. Namun, dengan pembawaan santai, lama-lama mereka menceritakan kisah dibalik desas-desus yang beredar mengenai bekas bioskop itu.

Dikenal angker, rupanya Rahmatullah tidak membenarkan ataupun mengelaknya. Pria yang bertugas menjaga keamanan itu mengaku beberapa temannya pernah melihat 'sesuatu' namun tidak dengan dirinya.

"Wah..jangan sampai (melihat hantu). Saya sih selama jaga nggak pernah, tapi ada yang pernah diganggu juga. Selama kita nggak takut dan nggak macem-macem sih nggak apa-apa kayaknya," ungkapnya.

Di tanggal merah seperti ini, Rahmatullah dan Dony mengaku tetap bekerja di shift pertama, yakni mulai pukul 06.00-18.00 WIB.

"Tetap masuk mbak, di shift tapi, soalnya kita buka 24 jam parkiran," giliran Dony menyahut.

Menurut pengakuan mereka, bioskop yang telah lama mati itu kini dialihfungsikan sebagai parkiran oleh PT. Advantage Supply Chain Management (SCM).

"Sebelum bioskop ditutup, dulunya masih nyampur, di bawah parkiran, di atas (lantai 2) bioskop. Berhubung susah kali ya (pemasukan bioskop), akhirnya setahun lalu ditutup bioskopnya," ungkap Dony, personel PT. Advantage SCM.

Lebih lanjut, Dony juga mengaku ngeri saat lantai dua masih berfungsi sebagai bioskop.

"Ngeri saya juga kalau dulu lagi jaga malam, yang nonton bioskop laki-laki semua isinya, ada yang gandengan pula, hii.." lanjutnya bergidik mengusap kedua tangannya.

Ruang bawah Theater diakuinya telah menjadi parkiran mobil-mobil PT. Advantage SCM sejak 4 tahun lalu. Bukan tanpa kebetulan pemilik perusahaan itu juga pemilik bioskop Mulia Agung, Wondo Julianto.

Namun, Dony mengungkapkan bahwa ruang bioskop di lantai dua sudah diratakan dan rencananya akan digunakan sebagai kantor perusahaan.

"Mungkin nanti akan dijadikan kantor di atas, ini juga parkiran mau direnovasi biar nggak horror, tapi nggak tahu kapannya," tutupnya.

Bioskop Senen

Tangga yang dahulu digunakan untuk menuju area Mulia Agung Theater di kawasan Senen, Jakarta Pusat. (Yuliani NN/JawaPos.com)

Bioskop Senen

Salah satu sudut parkiran Mulia Agung Theater yang terletak di lantai dasar. (Yuliani NN/JawaPos.com)

Bioskop Senen

Area parkir Mulia Agung Theater yang kini digunakan untuk parkir mobil PT.Advantage Supply Chain Management. (Yuliani NN/JawaPos.com)

(yln/JPC)

Rekomendasi Untuk Anda

Sponsored Content

loading...

Let's block ads! (Why?)

https://www.jawapos.com/read/2018/03/30/200155/kisah-penunggu-bioskop-persimpangan-pasar-senen-ngeri-saya-juga

0 Response to "Kisah Penunggu Bioskop Persimpangan Pasar Senen: Ngeri Saya Juga"

Posting Komentar